Sistem Pengolahan Air Limbah Industri

Limbah cair menjadi salah satu pemicu terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. limbah memiliki senyawa yang cukup berbahaya seperti fosfor, nitrat dan asam. zat-zat tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola secara benar dan kemudian di buang secara sembarangan di lingkungan sekitar. dampak yang di timbulkan cukup merugikan bagi ekosistem oleh sebab itu diperlukan pengolahan lebih lanjut.

Sistem Pengolahan Air Limbah Industri

4 Sistem Pengolahan Air Limbah

Dalam sistem pengolahan air limbah industri terdiri dari beberapa tahapan meliputi sistem lumpur aktif, sistem tricking filter, sistem SBR, sistem RBC, sistem septic tank berikut masing-masing penjelasan yang kami rangkum dari web www.IpalBioRich.com.

  1. Sistem lumpur aktif

Sistem pertama dalam pengolahan air limbah industri adalah sistem lumpur aktif, dalam sistem ini terbagi menjadi dua proses utama yakni tangki sedimentasi dan bioreaktar, dalam proses ini limbah cair dan biomassa akan dicampur kedalam satu reaktor dan diareasi. tujuan dari diareasi adalah sebagai sarana pangadukan suspensi. setelah semuanya dicampur kemudian dialirkan pada tangki sedimentasi dimana biomassa dipisahkan dari air limbah yang telah diolah.

Tujuan dari pengolahan limbah cair adalah untuk menyisihkan senyawa karbon dan senyawa nitrogen serta fosfor serta untuk menstabilkan lumpur.

  1. Sistem Trikling filter

Dalam sistem ini, limbah cair disebarkan ke permukaan media. limbah yang mengalir tersebut kemudian di arbsorbsi oleh microorganisme yang nantinya tumbuh di permukaan. jika telah mencapai ketebalan tertentu lapisan biomassa akan dibawa dalam aliran limbah cair menuju ke tangki sedimentasi.

  1. Sistem RBC

Dalam sistem ini terdiri dari deretan cakram yang dipasang secara horizontal dengn jarak 4cm. sebagian dari cakra tersebut akan dimasukkan kedalam limbah cair dan sebagian lainnya akan digunakan sebagai media kontak dengan udara. saat cakra terebut berputar dari permukaan cakra akan bergantian kontak dengan limbah cair tersebut. dengan perputaran yang terjadi maka akan timbul micro organisme yang muncul pada permukaan cakra.

  1. Sistem SBR

Pada sistem ini bisa dibilang cukup mirip dengan sistem lumpur aktif, namun ada sedikit perbedaan yakni pada sistem lumpur aktif terdapat proses aerasi serta sedimentasi sedangkan pada sistem SBR akan terjadi secara bergantian didalam tangki yang sama. sistem SBR memiliki kelebihan dibandingkan dengan sistem lain yakni bisa digunakan untuk membuang fosfor, karbon dan nitrogen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *