Menuangkan Curahan Hati Di Blog

Tadinya sih judul tulisannya “Boleh kan ya menuangkan curhat di blog?” Cuma berhubung ada kata singkatan, ‘curhat’ jadilah dibuat panjang saja. Selain itu rasanya beberapa tulisan ada yang sudah menggunakan judul dengan model pertanyaan. Jadi rasanya bosan kalau menggunakan judul dengan model pertanyaan.

Eh balik dulu deh soal “Boleh kan ya menuangkan curahan hati di blog?” Jawabnya tentu saja boleh, masak iya tidak boleh menulis luapan hati dalam bentuk tulisan. Awal mulanya blog itu menjadi tenar seperti saat ini karena penulis blog tersebut terkadang menuliskan cerita sehari-hari dalam tulisannya.

Tulisan Blog Tidak Harus Selalu Serius

Pernah tidak pergi ke toko boko? Tentu saja pernah. Lalu sebagaimana umumnya toko buku, ada kategori buku yang dibagi-bagi dalam toko tersebut. Salah satu kategorinya adalah Novel atau Fiksi. Kalau melihat kategori tersebut akan ada banyak sekali tulisan fantasi atau tidak nyata. Tulisan tersebut cukup laku atau banyak penggemarnya.

Menuangkan Curahan Hati Di Blog Ilustrasi
Menuangkan Curahan Hati Di Blog Ilustrasi

Salah satu kelebihan tulisan fiksi karena saat membaca tulisan tersebut tidak perlu berpikir keras, sebagaimananya saat membaca tulisan mata kuliah atau pelajaran sekolah. Sama halnya dengan tulisan blog yang di dalam tulisan tersebut menggunakan nada santai. Paling enak memang menggunakan kata-kata santai yang banyak dikenal orang.

Sebagai penulis penggunaan kata-kata yang jarang dipakai, istilah bekennya arkais atau istilah kuno, sesekali boleh digunakan. Manfaatnya agar kosakata yang dipakai dalam karangan yang digubah tidak itu-itu saja yang dipakai. Manfaat lain, supaya kata-kata lama itu tidak hilang begitu saja. Semakin banyak kosakata sebuah bahasa maka bahasa tersebut bisa dibilang bahasa yang memiliki khazanah perbendaharaan kata.

Tadi di awal bilang mau menuangkan curahan hati, tapi kok ini yang dibahas soal kata-kata?

Lah penulis yang mengetik tulisan dengan jemari mereka secara langsung, tidak lepas bagaimana kemampuannya menjalin rangkaian kata-kata lalu dijadikan sebuah kalimat. Kalimat itulah yang nantinya akan membentuk makna tersurat atau tersirat, makna denotatif atau makna konotatif. Nantinya makna yang disampaikan ini akan ditafsirkan kembali oleh pembacanya. Para pembaca yang akan menulis apakah hasil penuangan ide gagasan penulis dipahami atau tidak. Begitulah curahan hati yang singkat di siang hari Jumat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *