Kendala Instalasi Pengolahan Air Limbah

Instalasi pengolahan air limbah merupakan salah satu aplikasi penting yang kaya akan manfaat. Sayangnya, penerapan IPAL belum maksimal akibat banyaknya kendala yang ditemui di lapangan.  Padahal, dengan menerapkan pengolahan limbah mulai lapisan pangkal dalam struktur masyarakat, yakni perseorangan atau rumah tangga, akan menghasilkan lingkungan yang lebih bersih dan asri. Juga, pengolahan air limbah akan membuat kondisi kesehatan masyarakat lebih baik. Banyak kendala yang ditemui di lapangan sehingga kemudian membuat teknologi ini kurang populer maupun familier di telinga masyarakat.

Kendala pertama dan masih menjadi problem utama adalah mahalnya teknologi instalasi pengolahan air limbah modern sehingga kurang terjangkau untuk segala lapisan masyarakat, bahkan untuk sebuah industri. Bagi perusahaan atau pabrik besar, maka mereka dapat menjangkau biaya untuk seperangkat peralatan tersebut, akan tetapi hal itu sulit bagi badan usaha kecil dan menengah. Padahal, UKM pun menghasilkan limbah yang cukup besar dan tidak kalah beresiko dengan limbah dari industri skala besar yang rawan senyawa kimia.

 

Kendala Instalasi Pengolahan Air Limbah

Selanjutnya adalah kurangnya sosialisasi dari pemerintah, utamanya Kementerian Kesehatan dan Lingkungan Hidup, terhadap rakyat akan pentingnya instalasi pengolahan air  limbah tersebut pada setiap lini lapisan masyakarat. Tanpa sosialisasi yang cukup, masyarakat tentu kurang memahami manfaat penting dari pengolahan limbah terhadap lingkungan maupun manusia. Terutama di kawasan pedesaan atau pelosok yang hingga kini acap kali tertinggal akan informasi. Jika menginginkan pencapaian yang maksimal atas kampanye pengolahan limbah, pemerintah harus berjuang lebih keras untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat secara merata.

Kendala selanjutnya adalah rendahnya kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap limbah yang merupakan efek lanjutan terhadap kurang meratanya sosialisasi limbah dari pemerintah. Ketika masyarakat yang merupakan subyek pelaksana pengolahan limbah tidak cukup memahami atau bahkan sama sekali tidak mengerti akan tugas tersebut, maka bukan tidak mungkin mereka justru melakukan hal-hal yang semakin merusak dan mencemari lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan. Lebih buruk lagi ketika pihak industri yang tidak memiliki kesadaran tersebut sehingga enggan untuk mengolah lebih dulu limbah produksinya yang berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *