Kebijakan Baru Dari Pabrikan Toyota

Pihak Astra dan juga Toyota baru saja menginformasikan bila adanya kebijakan baru pada sektor penjualan serta sistem distribusi dimana Toyota Astra Motor atau TAM saat ini berubah menjadi pusat operasional.

Saat ini, Toyota memiliki lima diler utama yang memiliki tugas menjual serta mendistribusikan produk kendaraan Toyota pada konsumen maupun pada sub-diler yang nantinya juga melayani pembelian dari masyarakat.

Pabrikan Toyota

Kelima diler utama Toyota tersebut adalah Auto2000,Nasmoco, Agung Automali, Hasjrat Abadi, dan Hadji Kalla. Sebutan diler utama yang melekat pada lima diler diatas akan segera diubah menjadi ‘diler founder’ ketika kebijakan baru nanti dijalankan.

Baca juga : Mobil hatchback terbaik dari Toyota

Hal itu diungkapkan oleh Yulian Warman di media gathering Astra International di Jakarta. Senior GM Head of Public Relations Division Corporate Communication Astra International ini menyatakan bahwa diler-diler Toyota akan lebih berorientasi pada konsumen dengan aftersales dan juga delivery yang bagus.

Fungsi diler Toyota serta sub-diler dibawahnya hanya difokuskan pada pelayanan masyarakat. Hal ini dapat meningkatkan kinerja diler dalam menanggapi kesulitan atau keluhan sehingga dapat lebih cepat dalam bertindak.

Sedangkan untuk pengaturan distribusi unit akan langsung diperankan oleh Toyota Astra Motor. Persiapan serta perencanaan yang matang telah dilakukan selama awal tahun ini, dan diharapkan dapat segera dirampungkan pada awal 2016 mendatang.

Selama ini, lima diler Toyota diatas yang mendistribusikan produk Toyota ke sub-diler dibawah mereka. Terhitung sejak Agustus 2015 nanti, Toyota Astra Motor akan mengambil alih peran distribusi tersebut secara bertahap. Perkiraan rampungnya kebijakan ini adalah pada Maret 2016.

Yulian Warman mengakui bahwa adanya kebijakan distribusi yang terpusat di Toyota Astra Motor memang akan menambah pekerjaan TAM. Saat kebijakan ini diterapkan, TAM harus bertanggung jawab secara langsung ke 275 diler yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jika dulunya yang bertanggung jawab adalah diler utama, kini TAM sendiri yang harus mengawasi seluruh proses operasional secara langsung dan harus mengontrol pendistribusian ke seluruh wilayah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *