Bahagia Dulu Anda Akan Sukses Kemudian

Bahagia Dulu Anda Akan Sukses Kemudian

Sebuah penelitian yang di akhir tahun 2005 dalam buletin psikologi dari Asosiasi Psikologi America telah di terbitkan di seluruh dunia karena kesimpulannya yang mengejutkan, kebahagiaan adalah awal kesukisesan, bukan sebaliknya.

Tiga peneliti di universitas yang berbeda bekerja sama dengan Gallup Organization menemukan bahwa kesuksesan bukanlah awal kebahagiaan seperti yang kita kira tetapi orang-orang tadi sukses karena mereka bahagia. Mereka mendapati bahwa orang yang bahagia lebih mudah bekerja sama dan lebih termotivasi, menyebabkan kesuksesan yang lebih besar. Mereka menyimpulkan “Orang-orang yang bahagia tampak lebih sukses dari pada rekan-rekan mereka yang tidak begitu bahagia dalam tiga bidang kehidupan utama pekerjaan, hubungan kerja, dan kesehatan. “ Dan orang-orang yang bahagia cenderung untuk mengenal lebih banyak orang dan aktivitas-aktivitas lain, dan lebih terbuka.

Jadi jika itu masalahnya, apa yang harus kita perbuat untuk meningkatkan kebahagiaan? Para peneliti tadi menyatakan bahwa kebahagiaan dating dari dalam, dan saya yakin kuncinya adalah dengan membudayakan persepsi dan psikologi kita untuk mengalami rentang kebahagiaan sepenuhnya.

Kembali ke tahun 1976, Psikologi Harold Bloomfield menerbitkan tulisan yang mengagumkan berjudul kebahagiaan. Didalamnya ia menjelaskan bagaimana setiap orang memiliki tingkatan umum kebahagiaan, terpisah dari rentang emosi sehari-hari. Ia menyebutnya sebagai garis dasar kebahagiaan. Garis dasar kebahagiaan ini merupakan hasil dari jumlah pengalaman plus (kenikmatan) dan minus (sakit) yang tersimpan di dalam memori kita.Tentu saja, solusinya cukup dengan meningkatkan frekuensi pengalaman yang menyenangkan.

Orang-orang dalam dunia yang di penuhi stress telah kehilangan kapasitas untuk mengalami rentang kenikmatan secara menyeluruh. Bloomfield mengatakan bahwa psikologi manusia memiliki dua jenis respons kenikmatan yang berbeda-beda yang mengaktifkan bagian-bagian otak dan system syaraf yang berbeda-beda pula.

  1. Kesenangan (film thriller, bercinta, berjudi, dll.) menaikkan detak jantung dan menyebabkan kelemahan, sedangkan
  2. Kenikmatan (lintas alam, melihat karya seni, membaca, dll.) menurunkan detak jantung dan memberikan kesegaran.

Garis dasar kebahagiaan tergantung pada keseimbangan dalam mendapatkan kesenangan dan kenikmatan, tetapi yang terjadi sekarang ini orang berlomba-lomba mengejar kesenangan (yang berujung pada kebosanan), dan mereka menjadi resah ketika mengalami kenikmatan. Hasilnya adalah garis dasar kebahagiaan yang rendah tentu saja kurang sukses dalam kehidupan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *