Kenapa jika digigit lintah tidak merasakan sakit?

Pertanyaan diatas sering kali saya jumpai pada beberapa forum didunia Maya, kenapa jika digigit lintah tidak merasakan sakit. Maka dari itu pada artikel ini saya akan memberikan sedikit penjelasan singkat supaya dapat menjawab pertanyaan diatas.

Secara logika jika ada mkhluk hidup yang menggigit makhluk hidup lain pasti yang digigit akan merasakan sakit, kalaupun tidak sakit pasti ada rasa lain yang dirasakannya, contohnya saja rasa gatal jika digigit nyamuk. Bayangkan saja, nyamuk yang mempunyai ukuran tubuh kecil saja bila menggigit akan menimbulkan rasa gatal pada makhluk hidup yang digigitnya. Lantas kenapa jika lintah yang mempunyai ukuran tubuh lebih besar dan mempunyai gigi gigi kecil dengan jumlah yang mencapai ratusan justru tidak menimbulkan rasa sakit pada makhluk hidup yang digigitnya.

 

Pertama tama mari ketahui dulu bahwa Lintah adalah hewan dari kelas Hirudinea, yaitu hewan yang memiliki kandungan hirudin pada ludahnya. Selain mempunyai kandungan zat hirudin hewan dalam filum Annelida ini juga mempunyai berbagai kandungan senyawa lain yang terdapat pada minyak lintah dan juga pada air liurnya yang mempunyai fungsi berbeda beda, dan salah satunya adalah zat hyaluronidase. Hyaluronidase sendiri merupakan suatu zat yang berfungsi sebagai anastesi lokal, yaitu zat berfungsi menghilangkan rasa sakit pada area yang didgigit oleh lintah.

Perlu ada ketahui bahwa lintah sebelum menggigit mangsanya atau sebelum menggigit seseorang dia akan mengeluarkan zat hyaluronidase tersebut sebagai anastesi lokal, sehingga seseorang yang didigit lintah tidak akan merasakan sakit. Kemudian hewan kecil ini mulai menggigit dengan gigi tajamnya yang berjumlah lebih dari 80 buah, lalu lintah akan mengeluarkan zat hirudin dan histamin yang berfungsi sebagai pengembang pembuluh darah serta melancarkan aliran darah sehingga dengan mudah dapat menghisap darah mangsanya. Dan setelah keyang maka lintah akan melepaskan gigitannya dan mengeluarkan zat kolagen serta trhombin yang berfungsi untuk mempercepat darah membeku sehingga luka cepat sembuh.

Beberapa kejadian mengenai seseorang yang digigit lintah biasanya sering dijumpai pada seseorang yang sering melakukan pendakian gunung, sering juga dialami oleh seseorang yang mencari ikan disungai sungai. Biasanya mereka tidak merasakan sakit dan tahu tahu ada bekas gigitan dan sedikit keluar darah, itu semua dikarenakan lintah memilki anestesi lokal yaitu zat hyaluronidase yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Cukup sekian, semoga informasi diatas dapat memberikan jawaban bagi siapa saja yang sering bertanya kenapa jika digigit lintah tidak merasakan sakit.

Apakah es batu yg dibuat dari air mentah itu aman?

Mungkin semua sudah familiar dengan benda yang satu ini, karena benda ini sudah populer sebagai campuran minuman untuk melepas dahaga. Apalagi disaat bulan suci Ramadhan, semua umat muslim mungkin mencari carinya sebagai campuran minuman pelepas dahaga disaat berbuka puasa.

Memang nikmat rasanya dikala haus kita minum sebuah minuman yang sudah dicampur dengan es batu, rasa dingin yang dihasilkannya seolah olah membuat tenggorokan serta tubuh kita menjadi lebih rileks. Namun apakah anda pernah memikirkan mengenai pembuatan es batu yang anda beli, apakah dibuat dari air yang sudah matang, ataukah dibuat langsung dari air mentah?. Karena kebanyakan masyarakat berpikir jika dalam membuat es batu tidak harus dengan air yang matang, pasalnya bakteri akan mati jika air dalam keadaan membeku. Banyak anggapan seperti itu yang beredar dimasyarakat, jadi kemungkinan besar es batu yang banyak dijual itu dibuat dari air yang mentah.

Lantas benarkah anggapan masyarakat tentang bakteri akan mati jika air dibekukan? Untuk menjawabnya mari simak penjelasan artikel singkat dibawah ini yang saya kutip dari alodokter.com

Tahukah anda bahwa terdapat berbagai jenis bakteri pada air mentah, meskipun air tersebut terlihat jernih namun masih banyak bakteri yang ada pada air mentah tersebut. Salah satunya dan yang paling sering ditemui adalah bakteri e coli.

Bakteri e coli sendiri mempunyai beberapa jenis dan salah satunya yang paling berbahaya adalah e. coli O157:H7. Bakteri e.coli jenis inilah yang sering menyebabkan suatu infeksi pada saluran pencernaan seseorang sehingga memicu terjadinya kondisi BAB yang encer atau diare serta beberapa penyakit lain yang berhubungan dengan saluran pencernaan.

Jenis bakteri e.coli tidak akan mati pada suhu 0° C, dimana titik beku yang ada pada lemari es rata rata adalah 0°C. Bakteri jenis ini akan mati jika air berada pada suhu di dibawah -18° C. Pada suhu air yang mencapai 100° C pun e.coli masih dapat bertahan hidup, dia baru bisa mati apabila didiamkan hingga 10 – 15 menit pada suhu 100° C.

Jadi pemikiran masyarakat yang menyebutkan bahwa membuat es batu tidak harus dengan air yang matang itu adalah salah, karena bakteri jahat masih tetap dapat bertahan hidup meskipun air sudah membeku menjadi es batu. Itulah sedikit penjelasan singkat dan sederhanan mengenai anggapan yang salah dari masyarakat yang mengatakan bahwa pembuatan es batu boleh dengan air mentah. Cukup sekian, dan semoga informasi diatas bisa bermanfaat..